Home        Profil        Sumber Dana        Donasi        Berita        Artikel        Tabloid GELORA        Gallery        Hubungi Kami    
    Home
    Profil
    Sejarah
    Visi & Misi
    Struktur
    Pengurus
    Serba-Serbi
    Syarat Pedonor Darah
    Jumlah Donor Darah Sukarela
    Daftar Alamat Kab./Kota
    Alamat UTD
    Seputar UTD
    Seputar Relawan
    Peta Rawan Bencana
    Hubungi Kami
Visitor:

656707




ARTIKEL

HIV/AIDS

SHARE THIS: Bagikan artikel ini ke teman-teman Facebook Anda



Acquired Immunodedficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV, atau infeksi virus - virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV,FIV dan lain - lain)

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar - benar bisa disembuhkan.

Sedangkan HIV dan virus - virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan Vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vagina, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk - bentuk kontak lainnya dengan cairan - cairan tubuh tersebut.

Keputusan Internasional yang berkaitan dengan HIV/AIDS adalah:
Sidang Umum Federasi Internasional ke XIII, Nov 2001 mengeluarkan Deklarasi Geneva yang berbunyi:
"Anggota Palang Merah/Bulan Sabit Merah Nasional akan meningkatkan aksinya terhadap penanggulangan HIV/AIDS melalui 3 pendekatan program, yaitu:
- Upaya promotif dalam menentang stigma dan diskriminasi terhadap ODHA
- Upaya preventif
- Upaya perawatan & dukungan terhadap ODHA"


Cara menjadi HIV positif
Ada 4 cara Anda dapat menjadi HIV positif terdapat dalam situs http://www.idp-europe.org/indonesia/compendium/id/HIV-AIDS.php
  1. Berhubungan seksual tanpa menggunakan pelindung dengan orang yang terinfeksi (kasus kebanyakan)
  2. Berbagi jarum suntik atau alat suntk yang terkontaminasi atau alat tindik
  3. Darah dan produk darah melalui, contohnya, transufi, pencangkokan organ atau jaringan yang terinfeksi
  4. Penularan melalui ibu yang terinfeksi kepada anak dalam kandungan atau pada saat kelahiran dan pemberian ASI

Gejala
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas dalam situs http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS, berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang - orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus,fungi, dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur - unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Infeksi opotunistik umum didapati pada penderita AIDS. HIV mempengaruhi hampir semua organ tubuh. Penderita AIDS juga berisiko lebih besar menderita kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.

Penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistematik:seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan.

Tanda - tanda lain penderita AIDS secara klinis:
1. Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
3. Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
4. Penurunan kesadaran dan gangguan - gangguan neurologis
5. Dimensia / HIV ensefalopati

Sedangkan gejala minor:
1. Batuk menetap lebih dari 1 bulan
2. Dermatitis generalisata yang gatal
3. Adanya Herpes zoster multisegmental dan berulang
4. Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita


Penularan
HIV tidak ditularkan melalui hubungan sosial yang biasa dalam http://netsains.com/2008/02/lebih-jauh-dengan-hivaids-dan-penanggulangannya/ seperti:
1. berjabat tangan
2. bersentuhan
3. berciuman biasa
4. berpelukan
5. penggunaan peralatan makan dan minum
6. gigitan nyamuk
7. kolam renang
8. penggunaan kamar mandi atau WC/ jamban yang sama


Pencegahan
HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penularan, yaitu: secara menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko, tidak menggunakan jarum suntik secara bersama - sama, dan sedapat mungkin tidak memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adlah obat untuk menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup ODHA tersebut meningkat. Obat ini harus diminum sepanjang hidup.

Jika seorang pasien mendapatkan hasil HIV positif, itu tidak berarti bahwa pasangan hidup dia juga positif. HIV tidak harus ditransmisikan setiap kali terjadi hubungan seksual. Satu - satunya cara untuk mengetahui apakah pasangan hidup pasien tersebut mendapat HIV positif atau tidak adalah dengan melakukan test HIV terhadapnya. Tes HIV selama kehamilan adalah penting, sebab terapi HIV positif untuk menularkan HIV pada anaknya pada sebelum, selama, atau sesudah kelahiran. Terapi sebaiknya dimulai seawal mungkin pada masa kehamilan. http://netsains.com/2008/02/lebih-jauh-dengan-hivaids-dan-penanggulannya/

Dalam booklet PMI nomor H3/VIII/02/2000, yang diterbitkan dalam rangka kampanye global anti stigma & diskriminasi terhadap ODHA mengingat, bahwa sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan AIDS, maka hanya upaya pencegahanlah yang bisa kita lakukan agar tidak terinfeksi HIV
  1. Lakukan hubungan seksual, dengan cara yang aman
  2. Sebaiknya hubungan seksual hanya dilakukan dengan pasangan kita, serta berusaha untuk selalu setia padanya.
  3. Gunakan kondom, bila karena satu dan lain hal, anda berhubungan seksual dengan orang lain, atau dengan orang berperilaku risiko tinggi, seperti:
    • Perempuan / laki - laki yang dipastikan sering berganti - ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual, seperti PSK atau Gigolo
    • Orang - orang dengan perilaku seks menyimpang, seperti kaum gay, atau waria
    • Pecandu Napza yang sering mengkonsumsi narkotika dengan cara menyuntik
  4. Darah yang akan ditransfusi, harus selalu dites dulu. Sejak tahun 1992, darah yang akan diberikan pada seseorang pasien, selalu dites HIV oleh Unit Transfusi Darah Cabang PMI.
  5. Hindari penggunaan alat suntik, atau alat cukur bekas pakai.
    • Bila anda disuntik, ditindik, atau ditato, gunakan selalu jarum yang masih steril
    • Demikian pula, kalau anda bercukur, gunakan pisau cukur sekali pakai.
    • Jangan sekali -kali memakai peralatan tersebut bersama orang lain
  6. Ingat, orang yang tampak sehat diluar, bukan berarti bebas HIV

Perempuan yang terinfeksi HIV, sebaiknya tidak hamil.
Hamil adalah hak asasi seorang perempuan. Tapi, bila darahnya sudah terinfeksi HIV, sebaiknya ia tidak hamil daripada harus melahirkan seorang bayi yang juga akan mengidap HIV. Atau dia harus siap mendapat pengobatan ARV (anti retro viral) selama kehamilannya yang dapat menekan penularan kepada bayinya melalui ari - ari/plasenta.

Berbagai cara diatas, dapat mencegah penularan HIV.
Namun berhasil atau tidaknya, sangat tergantung pada seberapa besar kesadaran Anda dalam menerapkannya sehari - hari.
Yang jelas, demi kehidupan yang lebih baik, Anda harus berani katakan "tidak" pada seks bebas dan napza suntik.


Sumber: Dari berbagai sumber
SHARE THIS: Bagikan artikel ini ke teman-teman Facebook Anda







 Artikel Lainnya :







PALANG MERAH INDONESIA PROVINSI JAWA TIMUR
Jl. Karang Menjangan 22 Surabaya
Telp. (031) 5055173, 5055174, 5055175, 5055176 Fax. (031) 5055174
e-Mail: jawa_timur@pmi.or.id     Web: www.pmijawatimur.com


Copyright © 2009-2017 PMI Provinsi Jawa Timur. All right reserved.