Home        Profil        Sumber Dana        Donasi        Berita        Artikel        Tabloid GELORA        Gallery        Hubungi Kami    
    Home
    Profil
    Sejarah
    Visi & Misi
    Struktur
    Pengurus
    Serba-Serbi
    Syarat Pedonor Darah
    Jumlah Donor Darah Sukarela
    Daftar Alamat Kab./Kota
    Alamat UTD
    Seputar UTD
    Seputar Relawan
    Peta Rawan Bencana
    Hubungi Kami
Visitor:

638895




TIPS & MEDIS

Katarak dan Aspek Permasalahannya

SHARE THIS: Bagikan artikel ini ke teman-teman Facebook Anda



Oleh : Prof. Dr. Rochiman Sasmita, MS
(Pengurus Daerah PMI Jawa timur)

PENDAHULUAN

Sebuah artikel di sebuah majalah berjudul "Sebuah Pesawat Terbang Jet mengalami kecelakaan beberapa saat sebelum tinggal landas". Dalam sebuah gambaran tangan "burung" yang bertenaga besar ini berdiri megah mengkilat, baru, dan prima. Mesin-mesin yang besar dan terpasang di kedua sayapnya siap merambah angkasa terbang tinggi. Bahan bakar dalam tangki juga penuh. Pilot dan copilot ahli dan telah terlatih dengan baik, tetapi mengapa pesawat tersebut menjadi kecelakaan?

Maksud cerita tersebut dikemukakan adalah bahwa demikian pula apabila seseorang dioperasi matanya karena katarak untuk mempertahankan penglihatannya, seperti halnya kecelakaan pesawat yang dapat diperkirakan terjadi di ujung landasan pacu karena kondisi landasan pacu yang tidak standar. Seleksi yang tepat pada pasien yang akan dioperasi dan perhatian pada seluruh hal yang penting harus dilakukan dengan baik sebelum operasi, selama dan sesudah pembedahan akan mencegah banyak hal kegagalan. Penyebab-penyebab komplikasi yang tidak dapat dicegah dan mengecewakan dapat dikategorikan sebagai perkembangan, degeneratif, infeksius, traumatic sistematik, psikologik dan neoplastik. (1)

Katarak adalah suatu kesuraman berawan yang berkembang di dalam lensa kristal pada mata atau pembungkus mata. Keadaan tingkatannya mulai dari kekeruhan yang sedikit suram sampai benar-benar terhambat dan menghalangi lewatnya sinar. Pada awalnya dalam hubungan umur dengan katarak kekuatan lensa mungkin meningkat, tetapi mengakibatkan penglihatan dekat. Dan secara perlahan-lahan menjadi kekuningan dan kekeruhan lensa mungkin mengurangi penerimaan dari warna biru. Katarak secara khas berproses lambat menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi kebutaan bila tidak diobati/operasi. Keadaan katarak terjadi pada kedua mata, tetapi biasanya salah satu mengalami proses lebih cepat dari yang lainnya.

Katarak orang tua karena ketuaan pada orang-orang yang sudah tua, ditandai dengan terjadinya kekeruhan dalam lensa, bersamaan dengan pembengkakan lensa dan akhirnya pengeriputan dengan kehilangan kejernihan secara penuh. Lebih lanjut pada saat katarak membentuk cairan putih susu dapat menyebabkan peradangan yang parah bila pembungkus lensa sobek dan melunak.

Cataract berasal dari kata latin cataracta yang berarti "air terjun" atau dari bahasa Yunani "kataraktes", dari katarassein "pukulan jatuh", dalam bahasa Inggris suatu cataract berarti berlian sebagai mata berlian atau mata berberlian.

Bentuk Anatomi Mata

Bola mata terletak pada bagian depan orbita (kantong tengkorak mata) yang berbentuk piramida. Tepi tulang orbita yang membentuk dasar piramid memberikan sejumlah dasar pelindung bagi bola mata dari trauma tumpul. Bagian mata terpapar di bagian depan dilindungi kelopak mata atas dan bawah.

Mata bagian dalam terdiri dari tiga lapisan konsentris. Selera lapisan fibrosa (jaringan ikat) terluar bersifat tidak transparan dan membentuk lima per enam bola mata. Ini diteruskan ke depan menjadi kornea yang transparan

Selubung jaringan buluh darah dibentuk oleh chireidea, corpus ciliare dan iris. Lapisan terdalam merupakan retina yang sangat sensitif cahaya. Ephitel kornea bersambung dengan konjuktiva yang menutupi sklera dan melapisi palpebra. Endothel kornea vital memelihara kejelasan kornea. Lensa terletak di belakang iris di dalam kapsula yang melekat ke otot corpus ciliare oleh sederetan serabut-serabut halus - zona ciliaris.

Jenis-Jenis Katarak

Katarak congenital (bawaan sejak lahir). Katarak jenis ini berhubungan erat dengan penyakit rubella pada ibunya saat mengandungnya, atau karena kelainan metabolisme kalsium.

Katarak senilis (kekuatan), yang terdiri dari dua jenis, yaitu :

Sclerosis inti, tempat pusat lensa menjadi lebih padat secara optic, warna pada stadium dini bisa berwarna kuning atau jingga dan kemudian dapat berubah menjadi coklat tua. Perubahan warna ini mengakibatkan perubahan jelas dalam nilai warna yang diterima. Karena perubahan ini bertahap sering tidak diperhatikan pasien sampai katarak diangkat dan warna sejati dilihat lagi.

Kekeruhan kortikal yang timbul sebagai jari-jari perifer yang mengarah ke pusat pupil atau sebagai kekeruhan di bawah kapsula posterior lentis. Katarak kortikal berhubungan dengan hidrasi dan pembengkakan lensa. Bila keseluruhan lensa keruh, maka katarak dikatakan matur atau matang. Jika katarak matur tidak disingkirkan akan meningkat menjadi hipermatur, bila ada protein yang lolos melalui kapsula menyebabkan perubahan peradangan di dalam bola mata yang parah.

Gejala Klinik

Kemunduran penglihatan bertahap yang tidak nyeri merupakan gejala yang paling lazim ditampilkan. Penglihatan bervariasi sesuai dengan pencahayaan, sering buruk dalam keadaan cahaya terang dan lebih baik bila digunakan kaca mata gelap. Bila katarak mengenai bagian tepi lensa, maka kehilangan penglihatan tidak separah dengan bila kekeruhan pada sumbu penglihatan.

Tiga B mungkin tanda katarak yang telah menyerang seseorang, yaitu tanda pertama BURAM pada saat melihat suatu benda. Bahkan lama-kelamaan tidak bisa melihat benda itu lagi dan hanya terlihat samar-samar. Tanda B kedua adalah BERAT yaitu mata pasien terasa berat pada saat memaksakan melihat suatu benda. Tanda B ketiga terkadang mata BERAIR karena keluar air mata yang mengganggu penglihatan pasien. Tiga B tersebut membuat penderita gelisah karena tak mampu berbuat sesuatu dengan baik. Dalam keadaan lebih lanjut bahkan bila bepergian harus ditemani olah keluarganya atau kenalannya. Sebab bila tidak maka dapat tersesat. Bahkan untuk menyeberang tidak berani lagi tanpa bantuan orang lain yang ada dan bersedia membantu di pinggir jalan.

Perkembangan sklerosis inti menimbulkan myopia, sehingga pasien yang sebelumnya memerlukan kaca mata baca menemukan bahwa ia membaca lebih baik tanpa menggunakan kaca matanya, sebagai kompensasi ringan bagi katarak yang sedang timbul. Sklerosis inti bisa juga mengakibatkan diplopia akibat bagian sentral lensa yang padat bertindak sebagai lensa yang lebih kuat dari pada bagian tepi lensa. Diplopia ini terjadi pada satu mata yang berbeda dengan keadaan yang menyertai juling yang baru dimulai dan hilang bila satu mata ditutup.

Halo dan bintang lazim terlihat sekeliling cahaya karena difraksi/penguraian cahaya. Halo kuning keputihan ini biasanya berbeda dari yang disebabkan oleh glaucoma yang khas berwarna pelangi. Bisa terlihat bercak atau kekeruhan di dalam lapangan penglihatan. Ini bergerak bila bola mata bergerak. dan lebih jelas terlihat dengan latar belakang yang terang. Halo adalah suatu keadaan yaitu adanya cahaya melingkar di sekitar objek, seperti halnya bila dalam cuaca malam kita melihat lingkaran cahaya melingkari bulan (cincin).

Pengalaman penulis menunjukkan keadaan yang tidak jelas pada waktu membaca dengan kedua mata, dan bila mata kiri ditutup maka pembacaan menjadi lebih jelas. Pada tahun 2007 baru terungkap saat pemeriksaan kondisi kesehatan secara keseluruhan (saat itu penulis berumur 63 tahun). Pekerjaan sebagai dosen selalu memerlukan membaca dan keadaan mata yang katarak ini mengganggu benar kegiatan itu. Walaupun demikian karena membaca masih bisa dilakukan dengan baik oleh mata kanan yang tidak sakit katarak di bagian tengah lensa, penulis belum merasa memerlukan perbaikan mata (operasi). Dalam perjalanan waktu setelah konsultasi dan mencari informasi kepada seseorang yang telah dioperasi, serta dari seorang dokter spesialis mata, akhirnya bertekad bulat untuk operasi pada tanggal 17 Nopember 2009.

Terapi Pengobatan

Tidak ada pengobatan medis untuk katarak. Pembuangan lensa dengan pembedahan harus dilakukan pada saat yang tepat dengan kebutuhan penglihatan pasien. Beberapa pasien merasa puas dengan kualitas penglihatan 6/24, sementara juru gambar bisa dibuat sangat tidak puas bila kualitas penglihatannya 6/12. Demikian pula bagi penulis yang sangat memerlukan kemampuan membaca dengan jelas memerlukan kesehatan mata yang baik. Memang salah bila ada pendapat yang menyatakan untuk operasi katarak harus menunggu dulu katarak menjadi "matang". Apabila siap mental dan siap keuangan segera saja dijadualkan untuk pengangkatan lensa untuk diganti lensa buatan. Untuk lensa buatan ini pun tergantung kualitasnya akan mempengaruhi biaya operasi. Sebagai gambaran saat ini biaya operasi termasuk lensanya mulai dari Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 7 juta.

Operasi katarak sering disebut operasi kecil karena pasien tak perlu berlama-lama di rumah sakit, tetapi 1-2 jam pasca operasi sudah bisa pulang. Sebenarnya tidak demikian. Operasi katarak tergolong operasi besar dan super steril. Walaupun pembiusan hanya lokal tetapi dokter harus membuka mata dengan steril penuh dan dengan sangat tepat jangan sampai ada celah yang memungkinkan kuman masuk ke dalam mata dan bisa mengakibatkan infeksi yang membahayakan si pasien.

Resiko yang paling ditakuti adalah peradangan bola mata, (endoftalmitis) yang dapat mengakibatkan kebutaan. Oleh karena itu bagi pasien yang operasi katarak harus benar-benar disiplin dalam mengikuti petunjuk dokter pasca operasi, demikian pula dokter harus benar-benar menekankan pentingnya mengikuti petunjuk operasi dengan segala resiko yang mungkin terjadi apabila tidak melaksanakannya dengan disiplin kuat.

Hal-hal yang harus dilakukan pasca operasi secara disiplin (karena tahu betul akibatnya bila tidak disiplin) adalah :

(1) Selama satu minggu pertama tidak boleh membungkuk, ruku' ataupun sujud saat sholat cukup dengan berdiri tegak dan duduk tegak untuk menghindari tekanan dari dalam bola mata ke tempat luka bekas operasi.

(2) Pada waktu buang air besar tidak boleh mengejan terlalu kuat, sebaiknya makanlah papaya agar buang air besar lancar.

(3) Tidak boleh mengangkat benda-benda berat lebih dari 15 kg, sebab akan meregangkan otot perut dan selanjutnya merangsang peningkatan tekanan dalam bola mata.

(4) Hindari mata dari percikan air secara langsung yang memungkinkan terinteraksi kuman karena air bisa tidak steril.

(5). Posisi tidur diusahakan miring ke arah mata yang tidak dioperasi atau mata yang dioperasi berada di bagian atas.

(6) Selama seminggu pasca operasi sebaiknya menggunakan pelindung mata.

(7) Obat antibiotika maupun obat tetes mata digunakan sesuai petunjuk dokter :


Satu minggu pasca operasi dikontrol oleh dokter secara langsung. Bila tak ada masalah, kontrol dilakukan satu minggu kemudian. Bila semuanya baik, maka bisa melakukan kegiatan yang diatur diatas menjadi kembali seperti biasanya.

Untuk lebih memahami penyakit katarak dan segala aspek permasalahannya maka dapat diperhatikan gambar-gambar berikut.

[Sumber: GELORA no.70/Tahun X/2010]

SHARE THIS: Bagikan artikel ini ke teman-teman Facebook Anda







 Tips & Medis Lainnya :







PALANG MERAH INDONESIA PROVINSI JAWA TIMUR
Jl. Karang Menjangan 22 Surabaya
Telp. (031) 5055173, 5055174, 5055175, 5055176 Fax. (031) 5055174
e-Mail: jawa_timur@pmi.or.id     Web: www.pmijawatimur.com


Copyright © 2009-2017 PMI Provinsi Jawa Timur. All right reserved.