Home        Profil        Sumber Dana        Donasi        Berita        Artikel        Tabloid GELORA        Gallery        Hubungi Kami    
    Home
    Profil
    Sejarah
    Visi & Misi
    Struktur
    Pengurus
    Serba-Serbi
    Syarat Pedonor Darah
    Jumlah Donor Darah Sukarela
    Daftar Alamat Kab./Kota
    Alamat UTD
    Seputar UTD
    Seputar Relawan
    Peta Rawan Bencana
    Hubungi Kami
Visitor:

656708




TIPS & MEDIS

Penyakit Non Infeksi

SHARE THIS: Bagikan artikel ini ke teman-teman Facebook Anda



Oleh: dr. M.B. Muljono

dr. M.B. Moeljono
dr. M.B. Moeljono
Apa itu penyakit non-infeksi? Masyarakat awam kemungkinan masih belum banyak yang paham. Penyakit non infeksi adalah penyakit yang disebabkan bukan oleh bakteri, bukan oleh virus, bukan oleh jamur, bukan oleh parasit, dan juga bukan oleh mikroba yang lain.

Penyakit ini adalah penyakit yang diderita oleh seseorang yang sebagian besar disebabkan adanya pertumbuhan sel yang berlebihan. Atau bisa juga disebabkan oleh berkurangnya fungsi sel-sel yang ada di dalam tubuh kita. Berkurangnya fungsi tersebut karena adanya faktor usia. Termasuk di dalamnya adalah kelompok penyakit degenaratif.

Kelompok penyakit non-infeksi tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu:
- Kelompok Tumor, dan
- Kelompok penyakit Degenaratif


KELOMPOK TUMOR

Yang dimaksud dengan tumor adalah istilah umum untuk benjolan atau pembengkakan. Penyakit tumor yang menyerang manusia pada umumnya disertai dengan tumbuhnya benjolan atau pembengkakan di tempat penyakit tumor itu berada. Kemudian ada sedikit penyimpangan bila tumor tersebut menyerang darah, yang pada umumnya tidak akan tampak secara fisik bahwa di situ terdapat benjolan atau pembengkakan.

Berdasarkan kecepatannya pada pertumbuhan sel-sel tumor, maka tumor tersebut dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
* Tumor ganas
* Tumor jinak
* Anak sebar

Tumor ganas adalah tumor atau benjolan yang pertumbuhan sel-sel tumornya teramat cepat. Umur tumor jenis ini dalam beberapa bulan saja sudah membesar, kemudian bisa menimbulkan gangguan terhadap fungsi organ di mana tumor tersebut berada atau tumbuh. Apabila tidak segera mendapat penanganan/tindakan (diobati), maka tumor jenis ganas ini akan mengganggu terhadap kesehatan jasmani pada umumnya bagi seseorang yang mengidapnya.

Padahal tumor ganas tersebut tidak hanya mengganggu secara langsung terhadap kesehatan jasmani, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk metafase atau menimbulkan anak sebar (penyebaran tumor). Nah, anak sebar ini yang dapat menempel di mana saja di dalam tubuh manusia. Kemudian tumor ganas induk dan tumor anak sebar tersebut akan bersama-sama mengganggu kesehatan orang yang bersangkutan.

Untuk itulah jika seseorang sudah terdeteksi tanda-tanda serangan penyakit ini, maka hendaknya segeralah memeriksakan diri kepada dokter; sebelum semuanya menjadi terlambat dan menjadi stadium lebih lanjut.

Tumor jinak adalah jenis tumor yang pertumbuhan sel-selnya lambat bahkan bisa dihitung dengan tahun (lamanya). Pembesaran tumornya juga lambat, bahkan dalam beberapa tahun pun besarnya tumor tersebut bisa tetap, atau hanya sedikit aja mengalami pembesaran. Sebagai contoh adanya tumor jinak ini adalah tai lalat.

Karena sifatnya yang jinak, maka tumor jinak ini juga tidak mempunyai anak sebar (tidak menyebar), kemudian cara pengobatannya juga lebih mudah berhasil daripada jenis tumor yang ganas. Artinya, tumor jinak ini termasuk kategori kurang berbahaya, serta tidak terlalu mengganggu terhadap kesehatan seseorang. Bahkan pertumbuhan selnya pun sangat lambat.

Kemudian yang dimaksud anak sebar adalah tumor baru yang timbul akibat dari adanya tumor ganas yang berkembang dan beranak-pinak. Atau tumor ganas yang berkembang dan beranak-pinak. Anak sebar (metafase) ini mempunyai sel-sel yang mirip dengan sel-sel tumor ganas induknya yang ada terlebih dahulu. Anak sebar ini tumbuh karena keganasan pada sel-sel tumor induk tadi. Penyebarannya pun tidak teratur, sehingga bisa dimana saja dan kapan saja akan terjadi penyebaran sel tumornya.

KELOMPOK PENYAKIT DEGENERATIF

Kemudian yang dimaksudkan dengan penyakit degeneratif adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya perubahan atau berkurangnya fungsi sel-sel di dalam tubuh seseorang. Pada umumnya sel-sel seseorang yang mengalami kemunduran fungsi tersebut sangat erat hubungannya dengan faktor umur/usia. Dengan demikian umur manusia mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kondisi serta fungsi sel-sel di dalam tubuh seseorang.

Pengaruh umur tersebut terhadap sel-sel di dalam tubuh manusia secara morphologi/anatomi atau secara fisik dan secara kualitas atau fungsinya. Akibat dari menuanya sel-sel tersebut maka dapat timbul penyakit yang dikelompokkan ke dalam penyakit degeneratif.

Contoh kelompok penyakit degeneratif tersebut antara lain adalah:
  • Yang menyerang mata: penyakit katarak, miyopi, hipermetropi
  • Yang menyerang telinga: adanya pendengaran berkurang
  • Yang menyerang gigi: Gigi berlubang, gigi goyang, karang gigi, karies gigi, dsb
  • Gangguan di dalam otak: parkinson, stroke, dan pelupa
  • Gangguan dalam pembuluh darah: Arterisclerose, yang di antaranya adalah gangguan penyumbatan pembuluh darah, gangguan emboli
  • Gangguan di dalam jantung: di antaranya adalah: Jantung membesar, darah tinggi, infark jantung, dan jantung koroner
  • Gangguan metabolisme: misalnya kencing manis (diabetes militus, gangguan kolesterol, dsb)
  • Gangguan atau pembesaran prostate (khusus pada kaum pria/laki-laki)
  • Osteoarthiosis atau osteoporosis (pengeroposan tulang) -- umumnya terjadi pada kaum wanita


TIPS BAGI LANSIA

Bagi seseorang yang sudah berusia lanjut (lanjut usia -- Lansia) maka dianjurkan untuk senantiasa untuk waspada. Terutama sekali terhadap kondisi fisiknya, yaitu dengan memeriksakan kesehatannya kepada dokter atau ke Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) yang sekarang sudah tersebar hampir di setiap kecamatan. Selain itu juga menjaga secara dini pribadi yang bisa dilaksanakan antara lain dengan cara:
  1. Menjaga pola makannya secara teratur, disiplin, dan bilamana perlu dengan melakukan diet
  2. Menjaga badan atau fisik agar tetap sehat/fit, yaitu dengan melaksanakan olah raga yang sesuai
  3. Menjaga ingatan untuk tetap sehat yang antara lain bisa ditempuh dengan membaca

Sehingga seseorang lansia yang rajin membaca juga ada manfaat kesehatannya, selain tentu manfaat untuk menambah ilmu, pengetahuan dan wawasannya (*)

[Sumber: GELORA no.69/Tahun IX/2009]

SHARE THIS: Bagikan artikel ini ke teman-teman Facebook Anda







 Tips & Medis Lainnya :







PALANG MERAH INDONESIA PROVINSI JAWA TIMUR
Jl. Karang Menjangan 22 Surabaya
Telp. (031) 5055173, 5055174, 5055175, 5055176 Fax. (031) 5055174
e-Mail: jawa_timur@pmi.or.id     Web: www.pmijawatimur.com


Copyright © 2009-2017 PMI Provinsi Jawa Timur. All right reserved.